SOROT24 – Polisi memeriksa urine 12 pemeran yang diduga bermain dalam film porno. Mereka adalah saksi yang hadir memenuhi panggilan di Polda Metro Jaya pada hari ini, Selasa (19/9).

“Tes urine kita lakukan terhadap 8 orang talent wanita maupun 4 orang talent pria yang hadir dalam pemeriksaan pada hari ini,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (19/9).

Ade menerangkan, pemeriksaan urine guna mengecek kandungan narkoba yang mungkin ada dalam tubuh ke-12 saksi tersebut.

“Terkait dengan tes urine, apakah yang bersangkutan menggunakan obat seperti itu, juga dugaan penggunaan narkotika atau psikotropika,” ucap dia.

Namun, Ade Safri belum membeberkan hasil tes karena langsung dikirimkan laboratorium forensik.

“Nanti kita akan kirimkan ke laboratorium forensik, untuk mengetahui diperiksa secara mendalam terkait dengan hasil penelitian laboratoris terkait dengan sempel urine yang diambil pada saat lakukan pemeriksaan,” terang dia.

Sebelumnya, Ade menerangkan, surat panggilan ditujukan kepada 16 orang pemeran terdiri dari 11 pemeran perempuan dan lima orang pemeran laki-laki. Namun, tak seluruhnya hadir pemeriksan pada hari ini.

“Pada hari ini, terkonfirmasi kehadiran dan kita lakukan pemeriksaan tim penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, di mana dari 11 talent wanita, 8 diantaranya hadir dan memenuhi panggilan penyidik dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan dalam kapasitas saksi terhadap 8 orang talent wanita yang dipanggil dalam kapasitas saksi,” kata dia.

“Terkait 5 talent pria, terkonfirmasi dari 5 yang hadir adalah 4 orang, satu belum hadir,” sambung Ade.

Ada yang Tak Penuhi Panggilan

Ade mengatakan, tiga pemeran wanita yang tak penuhi panggilan. Dua diantaranya, karena alamat tidak ditemukan. Sedangkan, satu keberadaannya masih berada di luar negeri.

“Tapi yang bersangkutan mengkonfirmasi akan hadir pada 25 September 2023,” kata dia.

Sementara itu, Ade menerangkan satu pemeran pria belum bisa diperiksa karena keadaan sakit.

“Nanti kita buatkan kembali surat panggilan berikutnya atas yang belum hadir,” papar dia.

Ade menerangkan, pemanggilan terhadap para pemeran untuk menguak fakta atas dugaan tindak pidana yang terjadi. Ke depan, penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap ahli mulai dari ahli ITE, ahli pidana, maupun ahli di bidang pornografi.

“Nanti dari hasil pemeriksaan itu akan kita lakukan konsolidasi oleh tim gabungan Subdit Siber, dan kita masih ada agenda pemeriksaan terhadap ahli yang kita libatkan dalam pengungkapan tindak pidana yang terjadi, baik ahli ITE, ahli pornografi dan ahli pidana,” tandas dia.

Sumber: Liputan6