Bank Zoel Institute Gelar Diskusi Bulanan, Zulpikar: Sudah Saatnya Kaum Muda di Tangerang Raya Tampil Memimpin

TANGERANG – Bank Zoel Institute menggelar Diskusi Bulanan bertajuk Peta Politik Kaum Muda Tangerang Raya pada Pemilu 2024, yang dihadiri puluhan mahasiswa dan mahasiswi serta Emak-Emak atau perkumpulan ibu-ibu arisan, yang diadakan di Teras Cafe Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis 8 Februari 2024.

Diskusi Bulanan ini menghadirkan 3 narasumber yakni, Sanusi caleg Golkar DPR RI Banten III, Ryan Hidayat caleg PAN DPRD Banten Dapil Tangerang A, dan Gilang Sumiarsa caleg Nasdem DPRD Kabupaten Tangerang Dapil 1, serta turut dihadiri Anggota Bawaslu Banten, Sumantri, Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi.

Koordinator Daerah Akademi Pemilu dan Demokrasi Kabupaten Tangerang, Zulpikar, kepada wartawan mengatakan, selain acara diskusi bulanan yang digagas Bank Zoel Institute ini, juga sekaligus syukuran penempatan Kantor Bank Zoel Institute dan Deklarasi Pemilu Damai Bermartabat.

“Konsen kami adalah advokasi dan konsultan untuk Pemilu, peserta yang kami hadirkan dari mahasiswa, ibu-ibu, teman-teman aktivis lingkungan, dan organisasi mahasiswa seperti IMM, HMI dan lainnya,” katanya.

Zulpikar menjelaskan, tema ini diangkat karena pihaknya ingin kaum muda atau milenial di Tangerang Raya bisa terpilih, yakni mereka yang konsen di dunia politik.

“Jadi dewan itu nantinya dikuasai kaum muda, baik ditingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, atau RI, basisnya di Tangerang Raya, yaitu Tangerang Kabupaten, Tangerang Kota dan Tangsel,” jelas Zulpikar.

Hal itu, lanjut Zulpikar, didasari dari jumlah pemilih dari kaum muda atau Gen Z cukup signifikan.

“Jadi artinya, hari ini kaum muda sudah saatnya untuk tampil memimpin, jangan yang tua lagi, yang tua lagi, tapi juga harus didorong dengan keinginan dari politisi tua untuk mendorong anak-anak muda, jangan sampai anak muda itu dipinggirkan peran politiknya,” katanya.

Zulpikar juga mengatakan, dengan hadirnya Bank Zoel Institute ini untuk menggugah peran masyarakat civil society yang menurutnya di Tangerang Raya ini masih kurang, beda dengan Jakarta.

“Memang susah sekali, kita sebagai anak muda, sebagai bangsa, yang peduli terhadap dunia demokrasi atau pemilu, dan kami sebagai sponsor di Kabupaten Tangerang atau Tangerang Raya, kami ingin mengugah semua komponen masyarakat civil agar benar-benar melakukan pendidikan politik, karena itu tidak bisa kita bebankan kepada peserta pemilu, kepada pemerintah, atau stakeholder lainnya,” kata Zulpikar.

“Kita harus memiliki peran, nah peran inilah yang kami ambil hari ini, agar masyarakat tau bahwa mereka punya hak untuk menikmati pendidikan politik dan berpartisipasi dalam pendidikan politik itu,” imbuhnya.

Sementara, Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Sumantri, sangat mengapresiasi acara diskusi bulanan yang digagas Bank Zoel Institute bertajuk Peta Politik Kaum Muda Tangerang Raya pada Pemilu 2024. Ia juga sangat berterima kasih kepada Bank Zoel Institute yang sudah melibatkan peran serta masyarakat untuk meningkatkan partisipatif masyarakat.

“Karena ini adalah upaya kami dalam hal pencegahan dan pengawasan terhadap masyarakat yang ada di lingkungan Kabupaten Tangerang khusunya,” ujarnya.

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi Bawaslu Banten itu menambahkan, sebagai penyelenggara Pemilu yang didalamnya itu ada juga KPU, Bawaslu berfungsi melakukan pencegahan dan pengawasan.

“Tentunya kita juga akan mendorong masyarakat untuk melibatkan diri melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap Pemilu, yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024 mendatang,” kata Sumantri.

Dia menegaskan, bahwa pihaknya selalu well come terhadap masyarakat atau siapapun untuk menyampaikan informasi atau melaporkan apa yang terjadi dilapangan. Tentunya bagi semua warga negara yang punya hak pilih, punya KTP atau identitas.

“Kita selalu open kepada teman-teman atau masyarakat di Kabupaten Tangerang untuk menyampaikan dan melaporkan apa saja terkait dengan penyelenggaraan Pemilu,” tutup Sumantri. (S-02)