Bunda Kreshna Bantu UMKM dan Nelayan di Jakarta Utara

SOROT24 – UMKM adalah singkatan dari usaha mikro, kecil, dan menengah. UMKM adalah usaha yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, maupun badan usaha dengan kekayaan dan omzet yang tidak lebih dari Rp500 juta per tahunnya.

Dengan kata lain, pendapatan yang dihasilkan oleh setiap pelaku usaha yang menjalankannya juga masih tergolong kecil.

Tidak heran juga banyak pelaku UMKM yang menjalankan bisnisnya dari dalam rumah sendiri. Jenis usaha ini pun sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah.

Perkembangan UMKM di Indonesia tidak luput dari dukungan pendanaan perbankan di dalam negeri. Dukungan dari dana perbankan, karena memulai usaha saat-saat ini akan menarik banyak audience.

IMG 20231107 WA0015

Menurut Ketua Umum Yayasan Wastra Kreasi Nusantara Hj. Kreshna Sari Hamid, MSC atau akrab disapa Bunda Kreshna, kegiatan ini dilaksanakan semata-mata sebagai upaya mengembangkan para pelaku UMKM khususnya dibidang permodalan.

“Kami membantu permodalan bagi para pelaku UMKM seperti, kelompok nelayan, tukang pecel lele, ayam geprek dan macam-macam UMKM kuliner lainnya yang ada di Jakarta Utara,” katanya saat dijumpai awak media di RPTRA Jakarta Islamic Center, pada Senin (16/10/2023).

“Alhamdulillah.. kami bisa memberikan bantuan pinjaman modal kepada 75 UMKM sebesar Rp5 juta – Rp10 juta tanpa agunan,” sambung Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil Jakarta Utara 2 dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Ia berharap, agar pelaku UMKM yang diberikan bantuan modal mampu mengembangkan usahanya dan bisa meningkatkan kualitas agar mampu bersaing dipasaran.

“Saya berharap, agar UMKM yang sudah diberikan bantuan modal ini bisa terus berkembang, mampu meningkatkan kualitas sehingga dapat bersaing dipasaran, serta dapat meningkatkan taraf penghidupannya,” tutur Ketua Bidang Rohani DPP Perempuan Amanat Nasional (PUAN).

Lebih lanjut, Bunda Kreshna mengingatkan agar bantuan modal ini benar-benar digunakan untuk kebutuhan pengembangan UMKM, bukan untuk kebutuhan lainnya.

“Saya juga mengingatkan kepada para pelaku UMKM, supaya pinjaman modal ini gunakan dengan benar yaitu untuk kebutuhan pengembangan dan kemajuan UMKM nya, jangan dipakai untuk kebutuhan lainnya,” pungkasnya. (red)