SOROT24 – Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang mengadakan pembinaan dan pelatihan bagi pengelola wisata Tirta (Air), yang dilaksanakan di Aula Bola Sundul lantai 2 Gedung Usaha Daerah Kabupaten Tangerang, Selasa, 16 September 2023.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Disporabudpar Ratih Rahmawati, Sektretaris Karnadi, Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Nasional Ade Ervin, dan Ketua Balawista Kabupaten Tangerang Aan Amirudin.

Nanang Chaeroni, selaku ketua pelaksana dalam laporannya mengatakan, bahwa pembinaan dan bimbingan teknis ini di ikuti sebanyak 60 peserta dari berbagai pengelola objek wisata air, yang ada di Kabupaten Tangerang, harapannya agar bisa meningkatkan manajemen risiko wisata air.

“60 peserta kali ini berasal dari unsur dan pengelola wisata tirta yang ada di kabupaten Tangerang, seperti pengelola kolam berenang, pengelola pantai dan lainnya. Diharapkan dapat melahirkan pengelola yang mengetahui dan memahami pengelolaan, pencegahan, serta penanganan pada kecelakaan di wisata air,” ujar Nanang yang juga menjabat Kasi Pariwisata Kabupaten Tangerang.

Pengelola Wisata Tirta

Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang Ratih Rahmawati mengatakan, feedback dilaksanakannya pembinaan bagi pengelola wisata tirta yaitu membangun SDM pengelolaan wisata tirta yang kompeten dan menambah citra positif pada wisata tirta, khususnya, yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata tirta haruslah memiliki standar keamanan dan keselamatan khususnya. Maka dari itu sebagai kepedulian Disporabudpar dilaksanakanlah kegiatan pembinaan dan pelatihan bagi pengelola objek wisata tirta. Diharapkan mencetak SDM yang kompeten dan ahli dalam bidangnya,” katanya.

Sementara, Ketua Nasional Balawista Ade Ervin mengatakan, bahwa para pengelola wisata tirta setidak-tidaknya harus mempunyai skill basic dalam penanganan penolongan pertama di wisata tirta.

“Sebagai pengelola dan yang berkecimpung dalam destinasi wisata tirta, basic skill pengawasan, pemantauan, dan tindakan preventif dan refresif dalam wisata tirta sangatlah penting,” ujarnya.

Selain itu, Ade juga menjelaskan, salah tugas pengelola objek wisata khususnya wisata tirta haruslah menyiapkan SDM yang unggul dan berotoritas pada keamanan dan keselamatan pengunjung wisata tirta, dan haruslah bersertifikasi salah satunya life guard.

Setelah mendengarkan paparan materi, para peserta turun ke lapangan dalam praktek keamanan dan penyelamatan pada pengunjung wisata tirta di Waterboom Tigaraksa Kabupaten Tangerang. (muhdi)