Universitas Pramita Indonesia Audiensi dengan Dikti Terkait Dualisme Yayasan

SOROT24 – Universitas Pramita Indonesia (UNPRI) baru-baru ini mengadakan audiensi dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Pada tanggal 9 November 2023 terkait isu dualisme yayasan yang sedang dihadapi oleh universitas ini.

Hadir dalam pertemuan itu, Alliansi mahasiswa UNPRI serta kedua belah pihak yang sedang berkonflik terkait dualisme Yayasan.

Perwakilan Alliansi Mahasiswa Universitas Pramita Indonesia secara resmi menyampaikan keresahan dan permasalah mereka selaku korban terkait dualisme yayasan yang sedang berlangsung kepada direktur kelembagaan Dikti.

Dualisme yayasan adalah situasi di mana sebuah perguruan tinggi memiliki lebih dari satu yayasan pendiri, yang dapat memengaruhi stabilitas dan keberlanjutan perguruan tinggi tersebut.

Presiden Mahasiswa Universitas Pramita Indonesia, Juliadi, menjelaskan bahwa Alliansi Mahasiswa telah melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan dualisme yayasan ini, dimana mahasiswa, dosen, dan rektorat menjadi korbannya.

“Beberapa tindakan strategis telah diambil untuk memastikan keberlangsungan dan kualitas pendidikan di UNPRI tetap terjaga. Selain itu, pihak Alliansi Mahasiswa juga telah membentuk tim internal yang bertanggung jawab untuk menangani aspek-aspek hukum dan administratif terkait dengan dualisme yayasan,” jelasnya.

Pertemuan audiensi ini merupakan bagian dari upaya Alliansi Mahasiswa Universitas Pramita Indonesia untuk menyampaikan keresahan terhadap masalah ini, dimana mahasiswa dan dosen menjadi korban dari dualisme Yayasan ini. Pihak universitas sangat menghargai dukungan dan bimbingan yang dapat diberikan oleh Kemenristekdikti dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Juliadi menekankan komitmen Bersama Alliansi Mahasiswa untuk terus mengawal kasus ini sampai selesai.

“Kami sudah melakukan audiensi dengan dikti pada tanggal 9 November 2023, dengan hasil bahwa kemenristekdikti memberi waktu selama 7 hari untuk menyelesaikan perdamaian atau islah antara dualisme Yayasan ini, dalam waktu 7 hari islah ini tidak terselesaikan maka, pencabutan izin universitas pramita Indonesia akan di lakukan pada tanggal 16 November 2023, hari kamis jam 10.00 WIB ,” ujarnya.

Universitas Pramita Indonesia juga berharap dapat terus mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder, termasuk Mahasiswa, dosen, dan pihak terkait lainnya, untuk mengatasi tantangan ini. Pihak Aliansi Mahasiwa UNPRI Bersama dosen dan rektorat berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Kemenristekdikti dan mematuhi semua regulasi yang berlaku.(red)